tak kusangka hari itu menjadi hari yang tak bisa aku lupakan seumur hayatku.. hari kamis tanggal 12 Februari 2008 ketika aku pulang sore dari les rumah saya sepi tak ada orang.. aku sempat berpikir 'pada kemana??' ga biasanya banget.. dan tiba tiba salah seorang dari tetanggaku menghampiriku yang tengah duduk di depan rumah, 'bapakmu digawa neng rumah sakit nduk?' tanyanya.. sesaat setelah mendengar pertanyaan itu aku ternganga, bapak sakit apa!!! astaghfirullah.. bapak masuk rumah sakit? aku segera menelpon ibuku dan ternyata memang iya bapak sakit dan harus opname di salah satu rumah sakit di Klaten. hf setelah bapak opname selama 2 hari, keadaanya tidak kembali memulih melainkan sebaliknya, bapak semakin parah..
awalnya seperti ini
setelah beberapa bulan dari bapak panen jagung, bapak mulai mengerjakan sawah itu kembali, saat itu bekas tanaman jagung masih terlihat ada, dan celakanya bapak menginjak bekas tanaman jagung itu, sampai sampai kaki bapak berdarah, bisa dibayangkan betapa sakitnya itu
setelah pulang, luka itu segera aku bersihkan dan saya balut perban biar ga kena kotor.. setelah beberapa hari luka itu sudah kering dan kelihatanya sudah sembuh..syukurlah pikirku
namun luka itu kembali berdarah ketika bapak menginjak batu kerikil di dekat kandang ayamnya daerah Jimbung sana. yAllah, berdarah lagi.. dan tanpa pikir panjang, bapak malah mengusapkan lap kotor dari kandang yang semestinya itu jangan sampai terjadi, namun apa mau dikata.. setelah beberapa hari, luka di kaki bapak belum kering2 juga, tapi tanggapan bapak sangatlah santai mengingat karakter bapak yang sangat cuek dan terlalu santai dalam menanggapi sesuatu..
hingga akhirnya sore itu, tanggal 12 Februari bapak harus dibawa ke rumah sakit karena badanya dingin dan lemas..
setelah 2 hari disana, keadaan bapak belum ada perkembangan untuk membaik malah sebaliknya, bahkan pihak dokter dari rumah sakitpun belum bisa memberitau apa sebenarnya penyakit bapak ini.. aku sempet kecewa juga dengan pelayanan rumah sakit itu yang menurutku kurang sigap dan cepat dalam melayani pasien, ada pikiran untuk memindh bapak ke rumah sakit lain saja, tapi kondisi bapak yang tidak memungkinkan untuk perjalanan yang lumayan jauh..
dan tepat tanggal 15 Februari hari minggu, pagi pagi ibuku menelpon dengan nada yang tak enak, menangis, bingung dan hal itu sangat membuatku sangat khawatir apa yang sebenarnya terjadi..
'bapak koma' hal itu yang terucapkan dari ibuku.. aku terhenyat!!! hah??? koma?? yAllaahh...
aku segera menuju rumah sakit dan saya lihat bapak sudah terbaring tak berdaya di ruang ICU dengan kondisi koma. aku pun menunggu disitu hingga ikut lemas mengingat bapak yang tidak kunjung2 sembuh, saudara2 berkumpul juga di luar ruang ICU yang tertutup kaca ber gorden hijau itu. kami berdoa bersama meminta kesembuhan untuk bapak.. "sembuhkan yAllah, sembuhkan' doa kami begitu deras terasa..
tapi tepat pukul 1 siang setelah aku menolehkan kepalaku salam terakhir solat dhuhur aku mendengar pengumuman dari microphone ruang ICU... sesambil berdoa, aku mendengar perlahan apa yang hendak disampaikan saat itu.. dan yang aku dengar " innalillahi wa innailaihi raji'un, maaf kepada keluarga pasien yang bernama Bp Hadi Wiyono, yang ikhlas, yang sabar.. bapak telah pulang ke rahmatullah.." hati saya terasa ingin mengamuk saat itu, detakan jantung yang begitu dahsyat cepatnya seakan ingin mendengar sura itu sekali lagi.. tapi diluar suara tangisan ibu saya sudah melanglang buana, astaghfirullah.......... bapak sudah ga ada?? aku menangis sejadi jadinya, dada terasa hampir sesak dan sangat berat buat bernapas :'(
aku belum bisa percaya bapak udah ga ada.. rasanya tak bisa kuungkapkan, dan inilah masaku mengenal begitu beratnya kata kehilangan bahkan untuk seseorang yang sebelumnya tak pernah merasakan bahkan memikirkan hal itu, sungguh yAllah.. begitu hebat kuasaMu ini! dan kunamai pula ini dengan sebuah anugerah, yah sebuah anugerah yang tak terkira..
No comments:
Post a Comment