Tiga tahun yang lalu, saat aku masih bisa melihat ayahku, masih bersamanya. Ketika aku akan menginjakkan kakiku ke kelas dua SMA, ada sebuah pertemuan wali murid yang diadakan untuk memberikan sosialisasi kepada para wali murid tentang penjurusan yang akan dimulai saat naik kelas nanti. Saat itu aku yang bersikeras meminta hanya boleh ibuku lah yang bisa datang ke pertemuan tersebut, entah kenapa aku tak ingin meminta ayahku untuk menghadiri pertemuan itu. ya alasan simpel menurutku, ayahku yang biasanya cuek mungkin tak akan mencatat hala-hala penting yang akan disampaikan bapak kepala sekolah nanti, jadi aku meminta ibuku saja yang datang menghadiri pertemuan tersebut.
Tapi ayahku pun bersikeras untuk tetap menghadiri pertemuan itu tanpa persetujuan ku, entah kenapa hal sekecil itu saja aku terlalu mempeributkannya. Entah kenapa seperti itu aku yang manja, tak mau tau dan sebegitu tak acuhnya keinginan ayahku waktu itu. ayahku pernah bilang waktu itu kalau dia akan datang ke pertemuan sekolahku satu kali itu saja, untuk pertemuan selanjutnya pasti ibuku yang datang. Tenang saja kata ayahku yang sangat santai itu. kata-kata itu entah kenapa yang selalu aku ingat bila mengingat saat-saat kehilangan ayahku.
Aku tak pernah menduga apa arti sebenarnya ayahku berkata seperti itu. banyak hal-hal yang kecil yang kadang tak pernah aku perhatikan dari ayahku. Banyak mungkin. Aku menyesal akan hal itu, namun untuk sekarang penyesalanku tak akan berguna apa-apa, sudahi saja kataku. Ayahku juga pernah bilang kepada ibuku sebelum pergi, ‘’aku titip anak-anak yaa’’ namun kita yang tak memperhatikan pun menganggap kata-kata itu berlalu saja. Tak ada kekhawatiran sedikitpun. Namun setelah ayahku pergi ibuku baru sadar kalau kata-kata ayah itu benar adanya. Kita saja yang tidak menyadari dan memperhatikannya.
Suatu ketika juga pernah menjadikan kami terhenyak, yaa tentang figura foto pernikahan ayah dan ibuku yang jatuh sebelum ayah pergi. Foto itu jatuh, kaca figuranya pecah dan tak bisa dibenahi lagi. Yaa, mirip cerita di sinetron memang, namun ya begitu adanya, foto itu memang pecah sekarang, dan tidak bisa dipasang lagi hingga sekarang.
Itulah hal yang selalu membuat aku sangat sedih kehilangan ayahku, aku yang tak selalu bisa memeperhatikan ayahku seutuhnya. Yaah memang semua rahasia Tuhan, tak kan ada yang bisa menebak dan mengerti hal apa yang akan terjadi setelah ini. Wallahualam..
No comments:
Post a Comment