Monday, January 23, 2012

sudah lemah dan renta

Seseorang yang kini terlihat di mataku menjadi renta, menjadi lemah dari hari ke hari. Seseorang yang selalu menyuapi ku saat kecil dulu, seseorang yang selalu menyiapkan sarapan lezatku, seseorang yang selalu menyuruhku untuk mandi sesegera, seseorang yang selalu menasihatiku jika aku salah, seseorang yang selalu menanyakan kabarku jika aku bepergian, seseorang yang selalu menyuruhku pulang jika aku pulang terlalu malam, seseorang yang selalu rela berpuasa untuk kesuksesan anak-anaknya saat ujian, dialah seseorang yang selalu menjadi kekuatanku.

Ya, seorang ibu yang telah melahirkanku ke dunia ini. Kini rambutnya yang mulai memutih, kini yang kantung matanya terlihat jelas, kini yang sudah tak kuat membawa beban berat lagi. Matanya berbinar penuh harapan, yaa harapan kepada kami, semua anak-anaknya. Berharap akan semua hal yang terbaik untuk kami semua. Berharap bisa mengepakkan sayap setinggi-tingginya walaupun kadang sayap itu harus putus sejenak dan harus dibenahi untuk sementara. Ya begitulah alur yang harus kami jalani bersama, tak akan mungkin selurus yang kita inginkan. Tak akan mungkin secepat yang kita inginkan. Tak akan mungkin semudah seperti yang kita inginkan. Itulah kehidupan di jalan Tuhan.

Terlihat ketika perempuan yang mulai memutih rambutnya itu mengatakan kepada kami semua, anaknya untuk mengejar cita-cita kami setinggi mungkin. Kami yang harus bisa lebih lebih dan lebih dari dia. Kami yang harus bisa lebih bahagia dari yang sekarang. Secuplik harapannya untuk kami semua. Terlihat pula ketika kadang kami membuatnya menangis karena kenakalan kami yang kadang tidak kami sadari menyakiti hatinya. Kami yang bisa tega melihat air mata keluar dari pipi yang sudah renta itu, sungguh hal yang menyakitkan memang. Maafkan kami yang sering melakukan hal seperti itu. Maafkan kami yang sering menyakiti hati ibu, maafkan kami yang sering membuat susah ibu, maafkan kami yang sering membuat ibu repot dengan tingkah kami, maafkan kami yang sering  tak mendengarkan nasihat ibu. Maafkan kami bu.. maafkan kami..


Doa dan harapan kami, semoga ibu bisa menemani kami hingga kapanpun (walaupun itu tak akan mungkin), semoga ibu bisa melihat kami tumbuh dewasa, semoga ibu bisa melihat kami sukses, semoga ibu bisa merasakan kebahagiaan yang kita rasakan kelak, semoga ibu bisa merasa bangga memiliki anak seperti kami, dan yang terakhir semoga kami bisa sedikit membalas lelah, keluh kesah, kebaikan, ketulusan , sayang kasih dan cinta selama ini ibu. Terimakasih ibu, terimakasih...

No comments:

Post a Comment